Mengapa atlet Indonesia sulit menjuarai event internasional? Karena
mereka tidak memiliki mental juara. Yang mereka miliki adalah mental piknik!
Di tingkat kota/kabupaten mereka bertanding dengan mental juara. Dengan
menjadi juara mereka akan diutus kota/kabupaten untuk mewakili bertanding di
tingkat propinsi. Sebaliknya jika kalah, pupus juga peluang untuk bertanding di
tingkat propinsi. Begitu juga di tingkat propinsi, mereka bertanding dengan
mental juara karena keinginan untuk tampil di kejuaraan nasional (kejurnas).
Namun setelah menjadi juara tingkat nasional dan diutus untuk bertanding
di tingkat internasional mental juara itu tidak bisa dipertahankan lagi. Mereka
puas karena bisa merasakan berada di
luar negeri, sesuatu yang tak mungkin dicapai jika tidak menjadi kontingen
negaranya. Mereka sudah cukup puas saat mengenakan kaos yang ada lambang burung
garuda dan bendera merah putih di dadanya. Motivasi untuk menang dan menjadi
juara tidak bisa lagi dipertahankan. Akhirnya benarlah, mereka tidak pernah
menang.
Apa yang terjadi pada Tontowi dan Lyliana di ajang olimpiade Brasil baru
saja, menjadi juara dan merebut medali emas di cabang bulutangkis, menunjukkan
adanya mental juara pada diri mereka. Mereka sudah bertanding puluhan kali di
event internasional sehingga tidak ada lagi sisa-sisa mental piknik. Keinginan
mereka hanya satu: memenangkan setiap pertandingan, menjadi juara dan merebut
medali emas. Ini adalah puncak prestasi dan mereka berhasil meraihnya karena berhasil menanamkan
mental juara.
Inilah barangkali yang terjadi saat kita menjalankan bisnis kangen
water. Mengapa kita sulit untuk closing, karena mental sebagai pengusaha belum
kuat. Jika anda masih berstatus karyawan atau PNS, boleh jadi mental sebagai
karyawan atau PNS masih sangat dominan. Sebagai karyawan atau PNS anda akan
mendapat honor atau gaji di akhir bulan. Saat belum juga closing, mungkin di
benak anda terlintas fikiran, “Gak apa-apa belum closing. Toh akhir bulan nanti
ada honor atau gaji dari kantor”.
Atau anda adalah seorang ibu rumah tangga yang sudah dicukupi segala
keperluannya oleh sang suami. Bersyukurlah anda memiliki suami seperti itu.
Namun hal ini terkadang menjadi penghambat anda untuk closing. Saat anda tidak
juga bisa closing, boleh jadi anda akan berkata, “Tak apalah tidak bisa
closing, toh seluruh kebutuhanku sudah dicukupi oleh suami”.
Lantas seperti apakah mental juara yang harus kita tanamkan pada diri
kita sebagai pebisnis kangen water? Saya akan ajak anda menyimak puisi seorang
pebisnis ulung, yang juga mentor saya, yaitu Tuan Haji Ismail bin Ahmad, owner
HPA Industries Malaysia. Beliau berkata, “Seorang pengusaha bukanlah orang yang
luar biasa, namun orang yang luar biasa usahanya”.
--------------------------------------------------
Usahawan Sejati
Oleh : Tn Haji
Ismail Bin Haji Ahmad
Usahawan
bukannya manusia luar biasa
Cuma usahawan
Luar biasa kerjanya
Luar biasa ketabahannya
Luar biasa tindakannya
Luar biasa mindanya
Bertemu usahawan
itulah rezeki
Kerana usahawan membawa peluang
Kepada yang mahu mengubah diri sendiri
Hidup jiwanya bersama usahawan
Fikir kejayaan
Fikir strategi
Fikir kelemahan diri
Bukan mencari kelemahan orang lain
Masa bagi usahawan
Paling penting
Menyusun, merancang dan mengatur
Yang paling penting
Usahawan tidak takut dengan pesaing
Kerana usahawan sering bersedia
Tetapi pesaing yang takut usahawan
Kerana mereka gimik semata-mata
Istilah gagal dan putus asa
Tiada dalam kamus usahawan
Di balik gagal ada kejayaan
Putus asa pula pintu kekufuran
Cita-cita usahawan cukup tinggi
Kekadang usahawan dikatakan bermimpi
Gerak kerja usahawan penuh wawasan
Pengalaman lampau jadi degree usahawan
Mengalahkan mereka yang punya kelulusan
Yang mampu merancang, tapi tiada pengalaman
Kalau tidak
Usahawan tidak boleh berada
Di puncak jaya
Memiliki yang tidak dimiliki
Usahawan bukannya manusia luar biasa
Usahawan berdiri di atas kaki sendiri
Usahawan punya idola sendiri
Yang patut dicontohi
Bahkan sejarah kejayaan usahawan sendiri
Akan ditulis orang suatu hari nanti
Paling penting
Usahawan manusia yang bertakwa
Banyak kebajikannya
Banyak ibadah dan zikirnya
Kuat perjuangannya
Amat kasih usahawan pada Rasulnya
Amat cinta usahawan pada Tuhannya